Kesibukan kerja dan hobi sering kali membuat waktu istirahat jadi berkurang. Hal ini juga dirasakan Kana, 24 tahun, seorang pekerja kantoran sekaligus penggiat komunitas dance cover K-Pop di Purwokerto.

Dalam podcast Ruang Sehat bersama Etawanesia, Kana bercerita bahwa aktivitasnya dimulai sejak pagi dengan bekerja pukul 09.00–17.00. Setelah itu, ia masih harus menjalani latihan dance yang terkadang berlangsung hingga tengah malam, terutama saat sedang mengejar project baru.

Rutinitas padat tersebut membuat Kana beberapa kali merasa tubuhnya mulai “protes”. Mulai dari badan linu, meriang, batuk, pilek, hingga merasa sesak ketika kondisi tubuh sedang menurun.

“Kadang rasanya seperti overdraft energi. Energi yang dikeluarkan banyak banget, tapi waktu istirahatnya kurang,” ungkap Kana.

Pola Makan Tidak Teratur hingga Sempat Dirawat

Selain waktu istirahat yang minim, Kana juga mengaku memiliki pola makan yang kurang teratur. Ia cukup sering melewatkan sarapan dan memiliki riwayat keluhan asam lambung.

Pada awal 2026, Kana bahkan sempat jatuh sakit hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pengalaman tersebut membuatnya mulai lebih memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan, hobi, waktu istirahat, dan asupan hariannya.

Menurut Kana, tubuh tetap membutuhkan waktu untuk mengisi kembali energi yang sudah digunakan sepanjang hari.

Awalnya Ragu Minum Susu Kambing Etawa

Di tengah usahanya lebih memperhatikan asupan, Kana kemudian mengenal Etawanesia, susu kambing etawa yang dipadukan dengan ekstrak daun kelor.

Namun, ia mengaku sempat ragu untuk mencobanya. Kana sebelumnya kurang cocok dengan olahan kambing dan khawatir dengan aroma prengus yang identik dengan susu kambing.

Setelah mendapat rekomendasi dari teman dan membaca berbagai ulasan di marketplace, ia akhirnya mencoba satu boks Etawanesia.

Ketertarikannya semakin besar karena Etawanesia, yang juga dikenal sebagian konsumen sebagai Etawa Biru, tidak hanya mengandung susu kambing etawa tetapi juga dipadukan dengan ekstrak daun kelor.

Jadi Salah Satu Asupan di Tengah Aktivitas Padat

Setelah rutin mengonsumsinya, Kana mengaku rasa Etawanesia ternyata lebih mudah diterima dibandingkan yang ia bayangkan.

Menurut pengalaman pribadinya, tubuh juga terasa lebih bugar dan lebih nyaman digunakan untuk menjalani pekerjaan maupun latihan dance.

Dari yang awalnya hanya mencoba satu boks, Etawanesia kemudian menjadi salah satu tambahan asupan dalam rutinitas hariannya.

Secara umum, susu kambing etawa merupakan sumber protein dan mineral seperti kalsium dan fosfor. Sementara itu, daun kelor dikenal memiliki berbagai nutrisi serta senyawa antioksidan seperti flavonoid.

Kombinasi susu kambing etawa dan daun kelor inilah yang menjadi salah satu karakteristik Etawanesia sebagai pilihan tambahan nutrisi sehari-hari.

Meski begitu, Kana menekankan bahwa menjaga kondisi tubuh tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu asupan. Istirahat, pola makan yang lebih teratur, serta kemampuan membagi energi tetap menjadi hal utama.

Jangan Tunggu Tubuh Drop Baru Mulai Dijaga

Bagi Kana, salah satu pelajaran terbesar dari rutinitasnya adalah belajar mengenali batas tubuh.

Ia kini berusaha tidak hanya memperhatikan kondisi tubuh ketika sedang sakit atau merasa tidak fit, tetapi mulai menjadikan pemenuhan nutrisi sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

Karena merasa cocok, Kana juga memilih paket bundling tiga boks Etawanesia yang menurutnya lebih praktis dan hemat dibanding membeli satuan.

Pengalaman Kana menunjukkan bahwa aktivitas padat tetap perlu diimbangi dengan istirahat dan asupan yang cukup. Etawanesia dapat menjadi salah satu pilihan tambahan nutrisi harian, tetapi tetap perlu dibarengi pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup yang lebih teratur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *