Bekerja, kuliah, ikut organisasi, membangun personal branding, freelance, sampai mengejar side hustle seakan sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak Gen Z saat ini.
Keinginan untuk terus berkembang memang positif. Namun, di balik semangat produktif tersebut, tubuh tetap memiliki batas yang perlu diperhatikan.
Sebuah kajian mengenai hustle culture di kalangan mahasiswa Gen Z menunjukkan bahwa tuntutan untuk terus produktif dan mencapai banyak hal dapat berkaitan dengan tekanan psikologis hingga burnout.
Karena itu, menjadi produktif bukan hanya soal seberapa banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Menjaga kondisi tubuh agar tetap fit juga menjadi bagian penting dari produktivitas jangka panjang.
Aktivitas Padat Membutuhkan Tubuh yang Tetap Terjaga
Bayangkan jadwal yang dimulai pagi hari dengan kuliah atau bekerja, dilanjutkan meeting, perjalanan, mengerjakan side project, hingga masih membuka laptop menjelang tidur.
Saat aktivitas terus berjalan, tubuh membutuhkan energi dan nutrisi untuk menjalankan berbagai fungsinya.
Karena itu, makan seadanya atau baru memperhatikan nutrisi ketika tubuh sudah terasa tidak fit bukan kebiasaan yang ideal.
WHO menekankan bahwa pola makan sehat perlu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral melalui makanan yang beragam dan seimbang. Protein sendiri dibutuhkan sebagai salah satu bahan pembentuk berbagai struktur dan molekul penting dalam tubuh.
Daya Tahan Tubuh Juga Perlu Dijaga Setiap Hari
Di tengah hustle culture, daya tahan tubuh menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.
Bukan berarti ada satu makanan atau minuman yang bisa membuat seseorang langsung kebal dari penyakit. Daya tahan tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik, hingga kecukupan nutrisi.
WHO juga menjelaskan bahwa pola makan sehat dan seimbang penting untuk mendukung fungsi sistem imun, sementara vitamin dan mineral mempunyai berbagai peran penting bagi fungsi normal tubuh.
Jadi, daripada menunggu tubuh mulai terasa drop, kebiasaan menjaga kesehatan sebaiknya dibangun sejak tubuh masih dalam kondisi baik.
Produktif Boleh, Nutrisi Jangan Ketinggalan
Menjaga daya tahan tubuh di tengah kesibukan sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana:
- makan dengan pola yang teratur dan beragam;
- memenuhi kebutuhan protein harian;
- mengonsumsi buah dan sayur;
- minum air yang cukup;
- memiliki waktu tidur dan istirahat yang memadai; serta
- melengkapi kebutuhan nutrisi harian sesuai kebutuhan tubuh.
Di sinilah konsep nutrisi harian menjadi penting. Bukan hanya dicari ketika sakit, tetapi menjadi bagian dari rutinitas agar tubuh tetap memiliki fondasi nutrisi yang baik.
Etawanesia sebagai Pelengkap Nutrisi di Tengah Aktivitas Padat
Bagi Gen Z dengan aktivitas yang padat, pilihan nutrisi yang praktis tentunya lebih mudah dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari.
Salah satu pilihan yang dapat dijadikan pelengkap nutrisi harian adalah Etawanesia, susu kambing etawa yang dikombinasikan dengan daun kelor.
Susu merupakan salah satu sumber pangan hewani yang dapat menjadi bagian dari pola makan beragam. WHO juga memasukkan susu bersama sumber pangan lain seperti telur, ikan, daging, buah, sayur, biji-bijian, dan kacang-kacangan sebagai bagian dari pilihan makanan dalam pola makan sehat.
Dengan penyajian yang praktis, susu kambing etawa daun kelor Etawanesia dapat dijadikan salah satu pilihan untuk melengkapi pola makan sehari-hari—tentunya tetap dibarengi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.
Hustle Boleh, Tapi Jangan Sampai Tubuh Kehabisan “Bensin”
Ambisi besar tidak harus dibayar dengan mengabaikan tubuh.
Karena semakin banyak hal yang ingin dicapai, semakin penting pula memiliki tubuh yang terjaga untuk menjalaninya.
Jadi, kalau Gen Z ingin tetap produktif di tengah hustle culture, jangan hanya membuat jadwal pekerjaan dan target pencapaian. Mulailah juga membuat kebiasaan sederhana untuk menjaga daya tahan tubuh dan memenuhi kebutuhan nutrisi setiap hari.
Karena produktivitas yang berkelanjutan bukan tentang bekerja tanpa berhenti, melainkan memiliki tubuh yang tetap siap menemani setiap prosesnya.
Etawanesia dapat menjadi salah satu pelengkap nutrisi harian di tengah padatnya aktivitas—karena hustle boleh, tapi kesehatan tetap harus dijaga.
